
Qurbanalfatihah.com - Perayaan Iduladha di lereng Merbabu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berlangsung meriah dengan cara yang tidak biasa. Ratusan domba yang akan dikurbankan diarak mengelilingi kampung.
Domba-domba tersebut tentunya tidak keliling kampung sendirian, melainkan bersama relawan Gen-Z yang memakai karakter dari kartun Shaun The Sheep. Tradisi unik ini tentunya menarik perhatian warga sehingga menghadirkan suasana penuh keceriaan di tengah momen ibadah qurban.
Edukasi Kurban dengan Pendekatan Kreatif
Tradisi arak-arakan ini selain menjadi hiburan juga bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai kurban kepada masyarakat. Melalui konsep yang kreatif dan menyenangkan, mengandung pesan tentang kepedulian, berbagi, dan kebersamaan.
Selain menghibur masyarakat, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan warga. Usai eksis keliling kampung, domba-domba tersebut langsung dibawa menuju ke lokasi penyembelihan. Pada program qurban tahun ini, panitia menyembelih lebih dari 1.000 ekor domba dan 15 ekor sapi.
Banyaknya jumlah yang akan disembelih tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang. Kegiatan ini melibatkan ratusan relawan yang didominasi oleh Gen-Z. Tidak hanya bertugas untuk memeriahkan arak-arakan, tetapi juga membantu dalam persiapan teknis, yang dimulai dari pengelolaan hewan qurban, hingga proses distribusi.
Agar proses berjalan lancar dan minim hambatan, persiapan sudah mulai dilakukan sejak H-5 Idul Adha. Tujuannya agar proses penyembelihan berjalan dengan tertib, panitia menerapkan manajemen kerja yang sistematis. Hasilnya, proses pemotongan berhasil diselesaikan hanya dalam 5 jam.
Ribuan hewan tersebut merupakan titipan dari para donatur. Para donatur tersebut tidak hanya berasal dari daerah Jawa Tengah, melainkan banyak dari berbagai kota. Mereka mempercayakan hewan qurban mereka dengan bantuan lembaga penyalur untuk memastikan daging qurban sampai kepada penerima yang berhak.
Daging hasil penyembelihan tadi kemudian disalurkan ke berbagai daerah, yaitu Boyolali, Semarang, dan Gunungkidul, yang bertujuan agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas.
Melalui tradisi perayaan qurban ini tentunya tidak hanya menjadi daya tarik tersendiri saat Idul Adha, tetapi juga menjadi simbol kuatnya gotong royong dan kebersamaan. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, dimulai dari tahap persiapan, pemotongan, hingga pendistribusian.
Gen-Z memberi warna baru dalam kegiatan ini, yaitu melalui ide-ide kreatif yang mereka hadirkan menjadikan kegiatan qurban lebih menarik dan menjangkau perhatian generasi muda tanpa menghilangkan makna utama dari ibadah tersebut.
Tradisi ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada masyarakat. Melalui kegiatan kurban, warga diajak untuk memahami pentingnya berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Tidak hanya itu, arak-arakan domba kurban juga menjadi daya tarik budaya yang mampu menghadirkan suasana khas perayaan Idul Adha di kawasan lereng Merbabu. Kreativitas yang dipadukan dengan nilai-nilai tradisi membuat kegiatan ini selalu dinantikan setiap tahunnya.
Keberhasilannya dalam menggabungkan unsur edukasi, hiburan, dan kepedulian sosial menjadikan tradisi ini layak menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menyelenggarakan perayaan Idul Adha yang lebih inklusif dan bermakna.
Penulis: Lintang Suryaningrum



